It’s time for us :)

Perubahan status dari lajang menjadi seorang istri, tak membuat hidup berubah begitu drastis. Saya masih tinggal di rumah peninggalan orang tua bersama dengan seorang adik laki laki. Sementara suami tinggal dan bekerja di sebuah kota tak jauh dari bandung. Kondisi ini lazim disebut Long Distance Relationship (LDR) alias hubungan jarak jauh. Kami -saya dan suami- bertemu seminggu sekali, itupun kalo suami tidak dinas ke luar kota, karena terkadang jatah bertemu kami hanya 2 minggu sekali. tapi semua saya syukuri saja. toh kondisi ini pun masih bisa kami siasati.

Tak sedikit sanak saudara yang menyarankan saya untuk menyusul suami ke tempatnya bekerja. Saran ini memang masuk akal, hanya suami kurang setuju. Alasan utamanya karena profesi dia Geologist, maka dia tak bisa menjamin kehadirannya di rumah setiap jam pulang kantor. Teramat sering rumah yang ditempatinya saat ini, ditinggalkan kosong berhari hari hingga berminggu lamanya. Saya tahu resiko pekerjaannya sejak saya memutuskan untuk menerima pinangannya.

Kondisi pekerjaan yang menuntutnya untuk selalu siap di lapangan dan mobilitas yang tinggi menjadi pertimbangan khusus kami berdua. Rasanya kurang tepat jika saat ini saya mengikuti domisili suami, meninggalkan pekerjaan yang saat ini saya tekuni lalu tiba giliran suami dinas luar kota, saya  mati gaya karena ditinggal sendiri :D.  Seperti yang sudah kita ketahui, geologist kecil kemungkinannya bekerja di tengah kota dengan akses yang mudah melainkan sebaliknya.  Daerah yang ditinggali suami saat ini jaraknya satu jam dari kota kabupaten terdekat melalui jalur darat. Terhitung dekat, tapi kondisi jalannya itu yang ga tahan. Lubang sebesar kubangan kerbau bertebaran sepanjang jalan, belum akses komunikasi yang sedikit sulit karena sinyal yang jarang bersahabat karena dikelilingi gunung dan bukit. Jarak ke pusat kota kecamatan yang biasanya jadi tempat keramaian, masih setengah jam lagi. Nah,, kebayang kan? ditinggal suami ngantor jam 8 pagi sampai jam 5 sore aja udah ga bisa ngebayangin mau ngapain, blom lagi saat suami keluar kota.. wadduuuh.. 😀

Tapi bukan saya namanya kalau ga mau nyoba :D. Awal bulan juni ini tepatnya per 3 juni 2013 kemarin, saya resmi ngambil jatah cuti besar selama 2 bulan. Periode cuti ini saya coba menjadi ibu rumah tangga, mengurus suami di perantauannya. Walau suami sedikit menyangsikan tekad saya, tapi dia senang  karena ramadhan ini sudah diurus istri :p

Saat ini saya sedang packing sementara suami beres beres rumah disana. Selain baju dan perlengkapan rumah tangga, saya juga mempersiapkan ‘perlengkapan perang’ lainnya. Laptop, revisi pekerjaan, DVD player dan Filmnya, buku buku bacaan, buku resep masakan dan tak lupa kipas angin juga lotion anti nyamuk :p

Dengan perlengkapan perang yang sebegitu banyaknya, mudah mudahan 2 bulan ini saya tidak mati gaya. doakan saya 😀

Iklan

4 thoughts on “It’s time for us :)

    • duh ibuu..romantis amaat 🙂 iya bu, belajar mengurus suami dan berumah tangga. trip reportnya nanti saya coba ya bu, mudah mudahan dimudahkanNya. amiin

  1. haaiiiiiii…! peluk2 dezia. selamat ya atas pernikahannya. ngiring bingah! kayaknya bakal sibuk di sana, ya, perlengkapan perangna kumplit pisan. bawa dvd film komedi. jangan horor. kamera jgn lupa. popotoan. siapa tahu blusukan di sana 🙂 trus diupload. trus saya kabita. kumaha tah.. hehehe..

    • haiii..!! peluk lagi aaahh… Makasih ucapannya teh hani 🙂 ah, sibuk apa? pastinya sibuk nonton film sih, apalagi film drakor yang lengkap dengan oppa oppa yang keren dan ganteng mampus itu 😀 Mudah2an muka aku ga fotoklenik pas difoto, jadi bisa aplot, tapi kabita naon? pan teh hani mah lebih jago jalan2nya dibandingkan sayah. kalo tetep kabita mah, hayu lah kita kukurusukan sajah..hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s