Wedding is A Big Thing :D

Wedding is a BIG THING Satu tema yang paling sering dihindari untuk dibahas adalah PERNIKAHAN. beugh..wedding is a BIG THING. Males bahasnya, karena belum ada calon dan berat uuyy…
Tapi karena semakin banyak permintaan dan pertanyaan dari orang terdekat plus rekan sejawat dan yang butuh pernyataan,, maka sedikit memberanikan diri. Bismillah..

Bukan pernikahan yang ditanyakan sebenarnya, Tapi lebih ke individu alias calon pendamping yang secara marathon terus menerus dipertanyakan. Penyebabnya adalah, karena hampir di setiap acara pernikahan kerabat, saya selalu tampil solo. Awalnya bukan hal yang sulit untuk membuat alasan. Tapi seiring waktu, terlalu banyak alasan yang tak masuk akal (atau bahkan menurut mereka terlalu masuk akal ya??) yang ujung ujungnya bikin bete. Alasan alasan itu selalu dipatahkan oleh sang penanya.

Alasan yang dipatahkan adalah jika saya berkata bahwa “belum ada calon”. Pasti (rata rata sih) penanya selalu balik berargumen..”jangan terlalu milih milih ah…” #what?? Hellloooowww??? Milih?? kesannya banyak banget yang antri ya buuuu???#

Jadi apa sebenernya??? okelah Oom, Tante, Bude, Pakde, rekan sekalian…saya akan mencoba menjawabnya. *serieus yeuh*

Bagi saya, menikah adalah hal yang PENTING. Menyangkut individu yang berinteraksi didalamnya. Maka ada visi, misi yang harus jelas. Saya tidak mau menikah karena Umur saya sudah pantas, atau Mumpung ada orang yang mau. Nggak. Sama sekali nggak.

Saya harus merasakan satu kenyamanan dalam interaksi itu. Saya butuh orang yang dapat menampung semua bentuk ekspresi saya sebagai individu yang utuh, tidak parsial. Yang dengannya saya bisa menjadi individu yang lebih baik secara keseluruhan.

Saya akan mencintai orang yang selamanya (insya 4WI) menjadi suami saya. Mencintainya sehingga membuat saya semakin produktif, lebih berenergi dalam semua aktifitas. Mencintai suami tidak membuat saya menjadi sosok yang lemah , tak berdaya ataupun tidak mandiri. Tapi sebaliknya, mencintainya membuat saya menjadi sosok yang kokoh, produktif dan lebih kontributif dalam beramal, matang dan lebih bijak dalam  bersikap.

Karena bagi saya seorang suami adalah teman sepanjang umur saya. Maka cinta saya padanya harus memiliki kekuatan untuk saling menggerakkan dan memotivasi, lalu membuat kita berdua berkembang dan menjadikan kita semakin energik,produkif dan kontributif di bidang apapun kita bergerak. Bukan lagi meng-kebiri setiap potensi yang dimiliki masing masing.

Untuk saya, layaknya seorang suami juga berlaku sebagai seorang sahabat dan rekan. Tidak menjadikan istri sebagai subordinat di ranah domestik. Tugas rumah tangga adalah sebuah kerja bersama yang memiliki konsekuensi tanggung jawab bersama. Yang memberikan ruang sebesar besarnya untuk setiap kebaikan diri.

Dan yang tak kalah penting, bersamanya saya bisa menghabiskan waktu dengan hal hal yang berbau tidak penting tapi teramat sangat menyenangkan buat saya. Seperti menikmati eskrim ditengah hujan, memandangi kerlip bintang dilangit luas, mentertawakan kebodohan kebodohan yang manusiawi, berceloteh hingga dinihari, dan masih mau menyanyikan sebuah lagu pengantar tidur saat saya tak dapat memejamkan mata.

Jadi Oom, Tante, Bude, Pakde, rekan sekalian..Saat ini saya belum menemukan INDIVIDU yang pas. Semoga aja nggak lama lagi. *wink wink*

Sudahlah..CASE CLOSED saudara saudara…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s