-tulistulis-

hmm.. tiba tiba saya tergelitik nulis tentang hal ini.

saya memulai menulis cerita saat SMA. Waktu itu saya punya satu buku tulis khusus untuk nulis semua cerita saya -tentang apapun- seukuran folio bergaris. Tak ada hal yang menonjol dengan buku itu. Disampul coklat, dan plastik tak berwarna, lebih mirip dengan buku tugas sekolah daripada diary pada umumnya yang berwarna pink, atau biru plus wangi.

Kebiasaan itu berlanjut hingga kuliah. Saya menulis di belakang kertas bekas fotocopy-an yang masih kosong, atau bahkan saya menulis di kertas bekas ujian. Kertas kertas itu lalu saya susun untuk selanjunya di bikin kliping.

Saat mulai bekerja, saya masih juga melakukan hal itu. Tapi ada sedikit kemajuan. Saya mulai menulis di depan komputer alias mengetik. Dirumah, sepulang ngantor, saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer, hanya untuk menulis apa yang ada di kepala saya. Lebih sering tulisan itu tak berawal  dan tak berakhir. Atau sering awalnya tak bertemu dengan ujung. Bahkan terlampau banyak tulisan yang tak berujung pangkal. Semuanya saya tulis lalu saya simpan, walau hanya dua baris kalimat aneh tak nyambung. Jika mata saya sudah perih, maka saya matikan komputer dan kembali mengambil buku tulis -bukan buku diary- lalu iseng coret coret dan menulis hingga jatuh tertidur.

Sekarang, saya baru menyadari ada yang berubah. Saya lebih nyaman menulis dengan cara mengetik.  Saya tidak bisa lagi menulis di buku tulis seperti bertahun tahun lalu sering saya lkukan. Lucunya, jika saya paksakan memegang pisil atau bolpen dengan buku tulis di hadapan, otak saya kosong. Saya bingung mau menulis apa. ujung ujungnya hanya coretan berupa garis tak beraturan, kelopak bunga, atau bahkan bergulung gulung benang kusut yang dengan sukses memenuhi berlembar lembar kertas.

Berbeda jika saya di depan komputer. Saya bisa menulis lancar, dengan isi kepala yang seolah berjejal tak sabar ingin dikeluarkan. Kata kata itupun berhamburan begitu saja, berceloteh dengan arus yang begitu deras.

Dan ini yang lebih mengherankan lagi. Saya bisa menulis dengan hati yang ringan, mood yang ‘dapet’ dan suasana yang nyaman jika saya berada di ruangan kantor. Tidak percaya? ini adalah tulisan pertama yang saya unggah saat saya sedang berada di rumah. Setelah mengalami kesulitan mencari kata pertama yang memakan waktu 1 jam, saya baru bisa menulis. TApi jika saya berada di kantor, di tengah himpitan tugas dan pekerjaan yang menumpuk, saya hampir selalu bisa menulis.

hmmm… kenapa ya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s