Truly, Deeply…

Saya nggak pernah menduga jika canda itu akan berakibat hal yang membuat saya menyesal.. Semalam, saat sedang menikmati semangkuk burcang (bubur kacang hijau) bareng dengan sohib, tiba tiba aja ada motor yang  bertabrakan tepat di depan mata.

Refleks, saya menyuruh sohib saya untuk menolong korban. Sementara saya tetep duduk terpaku, nggak berani mendekat. Kedua motor rusak parah. Dilihat dari kondisi motor, yang nabrak pasti dalam keadaan kecepatan tinggi. Satu orang korban hidungnya berdarah. saya tidak menyadari hingga sohib saya meminta tissu.

Selesai semua keriuhan, sohib saya duduk. Wajahnya tidak menyiratkan kengerian sedikitpun, tapi setelah ditelisik, akhirnya saya tahu, tangannya gemetar. Dan saat itu saya tahu, dia a lil bit shock karena pernah mengalami tabrakan juga. Ditambah satu hal, dia sedikit trauma melihat darah.

Pagi ini, saya melihat status FB nya yang membahas kejadian tadi malem. Berhubung merasa sudah dekat banget,maka saya pun komen perihal kesukaannya ngebut dan membandingkan dirinya dengan Valentino Rossi. Dan komen itu berbalas dengan bahasan “bukan perkara rossi-nya, tapi d*r*h nya itu cuy..”. kembali saya balas mengenai kuantitas d*R*H nya. BERHENTI SAMPAI SINI!!

Saat jam asistensi, saya meninggalkan Hp di ruangan seperti biasa. Tak lama, saya tahu, ada sms dari sohib saya. isinya…jujur,,mengiris hati..dan bikin dada saya sesak

” in the name of god,please dont talk about blood. I’m begging you. Please…”

Saya tidak menyangka jika dia memiliki trauma sebesar itu. Bahkan mendengar kata benda itu saja sudah begitu mengerikan efeknya. dan Saya merasa teramat sangat bersalah.

Saat saya hubungipun, sohib saya masih terdengar lemas menjawab semua pertanyaan saya, dan semua yang dia lakukan malah tambah membuat saya tambah merasa useless. Jujur saja, dalam kondisi ini, saya lebih baik ditampar pake teflon atau kalo bisa di hajar hingga babak belur, dibanding sebuah kalimat..”it’s ok. U owe me nothing. To be honest, i’m really shaking right now..”

DAMN !! berasa dunia saya gelap. Mata memanas. Saya menangis menyesali canda saya yang begitu kelewatan.

Sekali lagi,,I didn’t mean to do that “shocking” thing. Honestly..truly, deeply..dari dalam hati..SAYA MENYESAL…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s