Sempurna Sudah

Sempurna sudah…

tak sedikitpun tumpukan kertas yang menggunung  tersentuh. Lembaran lembaran itu genap seminggu bertengger di tempat yang sama. Susunannya tak berubah sama sekali. Setia dengan posisinya, di atas meja, di sebelah kabinet kecil berisi barang barang mungil yang kerap terlupakan tapi fatal fungsinya. Peniti, post it, karet, isi hekter ??, trigonal klip, materai, penyerut pensil, baterai, penghapus, dan name tag. Sementara di sebelahnya berserakan kertas dengan coretan berwarna warni, hasil revisi yang belum saya serahkan ke anak anak. Di meja dekat pintu keluar, disebelah pesawat telpon bertengger tumpukan buku lain berisi laporan praktikum anak-anak yang sudah harus saya serahkan senin ini.

Sempurna sudah…
Seminggu ini kepadatan itu menjelma lelah tak terkira. Kuliah lapangan, jadwal praktikum yang sambung menyambung, asistensi tugas akhir, dan pekerjaan itu. Lelah itu yang mendorong tubuh ini selalu rebah saat tiba di rumah. Kerap saya bertanya pada hati nurani, mengapa saya tetap bertahan di sini, apa yang membuat saya bertahan.

Sempurna sudah…
kelelahan itu mencapai puncaknya hari ini. then, should i give up?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s