Lalu Diam..

Bulan Juli 2008 menginjak  hari penghabisannya. Manakala diri menyadari bahwa kelelahan mendera jiwa dan raga.  Merasakan keletihan yang teramat sangat. Pikiran, emosi,  raga yang terkuras habis. Hampir tak menyisakan energi untuk sekedar menghela dan mengatur langkah.

Kejadian demi kejadian yang unpredictable menuntut kesiapan diri juga mental. Introspeksi,muhasabah, kontemplasi atau apapun namanya , seolah menjadi menu wajib sehari hari. Suudzhan ditepis dari pikiran, berganti Husnudzan. Positive Thinking.

Menginjak pertengahan minggu, situasi diri menjadi lebih tidak terkontrol. Otak  dan hati tidak sinkron.  Input neuron yang dikirim simpul simpul syaraf tak dihiraukan.  Pesan tak terkirim.  Apa yang salah?

Hingga untuk beberapa hari, diri terpaku. Mencari apa yang salah,dan apa yang sedang terjadi. Entah kemana larinya semangat  hidup, kemana menguapnya tujuan hidup.  Diri enggan untuk bergerak maju, mengoptimalkan kemampuan diri,meretas kembali jalan semangat  yang menjadi alasan penciptaan setiap MakhlukNya. Hanya ingin diam.

karena tidak percaya

karena kecewa

karena muak

karena benci

karena hilang arah

Juli 08

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s