{Curhat} Teman ku yang Cantik Jelita Nan Pintar..

 

Pagi ini dikoridor kantor,belum juga masuk ruangan udah ngebahas hal yang bikin kening berkerut. Berdua bareng teman saya yang cantik jelita nan pintar, awalnya ngbahas nilai UAS anak-anak yang nggak banget laah. Tapi tiba-tiba tema bahasannya melebar ke arah yang lebih serius dan berat.

 

Di Jurusan dimana kami  beraktivitas, ada 4 orang perempuan yang belum menikah,termasuk saya salah satunya. Satu orang yang menonjol adalah teman saya yang cantik jelita nan pintar ini. Berpendidikan Master dari eropa, Good Looking, berkerudung, dan good attitude. Saya ingat, sebelum dia pergi untuk mengambil gelar masternya, ada kekhawatiran yang amat tinggi terhadap saya. Dia takut menyandang gelar lajang sendirian di jurusan kami saat dia kembali kelak. Dan setelah dia kembali, status saya dan dia masih tetap sama. LajangJ.

 

Hingga pagi ini, dengan usia dan kondisi yang kurang lebih sama, tiba-tiba dia bertanya tentang rencana saya menikah ditahun ini. Ada ketakutan yang sama seperti sebelum keberangkatan dia ke luar negeri itu yang saya lihat di matanya, tersirat di lirih ucapannya. Dia bilang bahwa kedua orangtuanya hampir 2 bulan ini mem-push-nya untuk segera menikah. Dan saya tahu, dia belum punya calon pendamping.

 

Dan saat saya jawab Insya Allah, untuk pertanyaan mengenai rencana itu, tiba-tiba saja, air mukanya kembali keruh. Lalu saya sambung dengan ucapan, saya juga tidak tahu dengan siapa saya akan menikah. Jika saat ini saya sedang berikhtiar untuk ke arah sana, dengan perantaraan orang yang saya percaya, artinya itu adalah sebatas menunaikan kewajiban saya sebagai seorang manusia yang teramat lemah.

 

Air muka nya kembali keruh. Berfikir. Mencerna. Apa yang dipikirkannya,saya tidak tahu. Dan saya juga teramat sangat tahu, bukan hal yang sulit baginya untuk menikah. Banyak laki-laki yang menyukainya, many people adore her. Tidak perlu mencari, justru dialah yang dicari. Tapi saya juga tahu, bukan itu masalahnya. Dan inilah benteng terkuat yang tidak dapat ditembus oleh laki-laki yang selama ini berniat meminangnya. Teramat sangat sulit. Terkecuali teman saya yang cantik jelita nan pintar inilah yang mendobraknya. Tapi itupun kecil kemungkinannya. Karena benteng itu adalah aqidah. Walaupun dia berkerudung tapi aqidah kami berbeda. ya, aqidah dia menyimpang, sesat karena mengakui ada nabi lain sesudah Rasulullah Saw.

 

Teman saya  yang cantik  jelita nan pintar itu pun lalu naik ke lantai dua. Membawa segenap keresahan, kegalauan juga mimpinya tentang sebuah pernikahan yang selama ini diimpikannya.

 

-2009-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s