Balada Awal Shaum

“Shaumnya kapan, Jumat atau Sabtu?”

Pertanyaan itu selalu terdengar saat bertemu orang orang di kantor dan sekitaran rumah. Tapi tenang, kali ini saya tidak akan membahas perbedaan awal Ramadhan, terlalu berat buat saya πŸ™‚

Seperti biasa, ibu ibu adalah kaum yang selalu paling riweuh dalam hal ini. Mulai dari penentuan kapan awal shaum, menu buka-sahur,kenaikan harga sembako sampai diskusi kue lebaran. Bukannya sok kalem dengan ga mau ribut, tapi untuk hal hal tersebut saya lebih banyak ngikut aja. Ngikut karena saya juga tak bisa berbuat banyak untuk masalah harga sembako apalagi kue lebaran. Untuk urusan buka-sahur juga hanya menyediakan bahan yang mudah untuk disajikan seperti tahu,tempe,telur,sosis,bakso, kornet dan mie instant. Kenapa? ya, karena hanya bahan bahan itulah yang terhitung sedikit awet, mudah dimasak dan sangat membantu jika waktu sahur mepet πŸ˜€

Nah, tadi pagi saya beli telur ayam 1kg dipasar seharga Rp18.500,00 setelah seminggu yang lalu masih kisaran Rp16.000,00. Ya udahlah, namanya juga butuh ya dibeli. Sementara harga Ayam Broiler menyentuh Rp32.500 per kg, tapi tidak saya beli. Saat tiba dikantor, salah satu teman memberi info jika di supermarket “G” harga ayam broiler utuh hanya Rp24.350 dan daging semur Rp64.000 per kg dan berlaku hannya sampai hari ini. Info ini membuat histeria massa makin menjadi jadi. Mendadak para ibu-ibu di kantor berduyun duyun menuju supermarket “G”. Bisa dipastikan, saya yang belum menjadi ibu ibu pun terpaksa menjadi follower karena resikonya pasti ditinggal sendiri di jurusan 😦

Dan benar saja, di TKP (tempat kejadian perkara) tepatnya bagian daging, ibu ibu begitu riuh berdesakan demi ayam broiler utuh dan daging semur. Sedikit tergoda saya membeli daging semur untuk stok atau apapun, lalu membeli bumbu balado+bumbu semur (instan ). Begitu sampai di kasir, jumlah belanjaan saya paling sedikit dan paling enteng. Tak ada ayam broiler utuh,minyak goreng, telur ayam seperti para ibu yang saya antar. Begitu mereka tahu, saya berargumen bahwa saya malas membeli ayam utuh karena ga punya pisau besar untuk motongnya, ga beli telur ayam karena sudah beli di pasar tadi pagi, ga beli minyak karena stok masih ada di rumah. Lalu mereka pun tersadar mengenai ayam utuh yang belum dipotong potong. Sesaat kebingungan melanda. Dan akhirnya..mereka mengembalikan ayam tersebut ke tempat asalnya alias ga jadi beli hehe

Banyak pelajaran yang diperoleh saat belanja bareng mereka hari ini. Salah satunya, menjadi seorang perempuan itu harus pandai. Pandai mengontrol diri, pandai memilah mana keinginan dan kebutuhan, pandai menahan diri dan pastinya pandai memasak πŸ™‚

Selamat Shaum Ramadhan, semoga semua niat dan gerak kita tetap terangkum dalam bingkai ibadah padaNya. Semoga Allah memudahkan ibadah kita. amiin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s