Another March Edition

Hari ini tidak seperti kemarin. Karena saya memulai hari dengan menangis. Saya tidak ingin menangis, tapi entah kenapa air mata turun tanpa diminta. Mungkin karena usai sholat subuh, tiba tiba saja otak saya me-run down mimpi mimpi yang menjadi skala prioritas, dan mendadak hati perih. Perih karena tak satupun mimpi saya yang mewujud.

Saya harus merelakan mimpi itu untuk pergi dari otak, dari hamburan doa doa saya. Melepaskan mimpi yang begitu saya prioritaskan mewujud di bulan ini, berarti mewujudkan sebuah ruang kosong, ruang yang tak pernah saya inginkan keberadaannya.

Saya tidak ingin ruangan itu hampa. Maka saya akan mengisinya dengan mimpi lain yang mungkin akan menjadikan diri saya lebih baik.

Mungkin mulai saat ini, saya harus membiasakan diri dengan sebuah kehilangan.

-March, how I hate you-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s