Mauku tak menyakiti..

Entah berapa lama saya berada dalam situasi ini
dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain’
dari satu janji ke janji lain
dari satu tugas ke tugas lain
dari satu tempat ke tempat lain
begitu terlena..

tiba tiba saja sebuah dering telepon dari seorang yang begitu saya rindukan ,,menyadarkan

“Auntie,,,pa kabar?? kaka dah dibagi raport loh…dapet ranking 8. auntie kmana aja?? udah lama g ketemu. Skarang auntie sibuk ya?? sampe ga sempet telepon kaka ama ade. Bunda juga kangen ama auntie. eh,,auntie..tahu g? kemaren ma haji minta naik odong odong, terus…”

celoteh diujung sana masih tedengar riang, seolah waktu tak boleh berhenti di satu titik. bahwa kaka kangen ama auntie, bahwa banyak hal yang terlewatkan selama ini. terabaikannya keberadaan orang-orang terdekat.

Sementara di sini, dengan gagang telepon menempel di telinga, celoteh itu tetap saja mengalir. cerita ayah yang kehilangan asbak kesayangan, ade zia yang gigi seri atasnya tanggal, mba baru yang ngebantuin di rumah, les kaka di bimbel, bunda yang lagi ngurusin bendungan, dan bla,bla,bla,,
tanpa sadar, ada selaksa rasa yang begitu perih di sudut hati. menggambarkan rasa bersalah teramat sangat.

Kemana saja aku selama ini?
membunuh waktu dengan kesibukan?
hingga waktu bergulir tak terasa..
bahkan berharap sehari lebih dari 24 jam??

Apa yang kamu kerjakan selama itu?
tenggelam dalam tumpukan kertas
meniti kalimat demi kalimat
menyusunnya hingga tampak cukup memadai untuk disebut laporan akhir?

Siapa yang aku ajak bercakap??
layar 15 inchi lengkap dengan keyboard dan MP3?
berselancar diluasnya dunia maya

bahkan hari pertama mereka memulai aktivitas dengan seragam baru pun
terlewatkan..
kapan terakhir aku bercakap dengan mereka?
Apa arti keberadaan mereka selama ini??

celoteh di ujung sana masih berlanjut
“auntie,,dede kangen. Mau berenang lagi ma auntie..naik kuda, nonton film kartun lagi..”

Ada yang mendesak di sudut mata..
ada sesak yang menggumpal
tak mampu terucap
hanya sebentuk lirih kata hati..

“auntie juga kangen kalian. Maafkan jika kali ini kembali kalian terkalahkan oleh sebentuk ego duniawi..”

-saat tersadarkan di 110509-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s