Detik detik itu

23 hari yang lalu,

Saya melihatnya, masih berdiri tegak di podium, berbicara di seminar lingkungan

dikelilingi mahasiswa dan mantan mahasiswanya

Kemarin,

Saya bertemu dengannya,,yang masih setia mengajar

lalu bercakap -hanya sebentar-

tentang hari pengganti kuliah

karena besok (hari ini) beliau tidak bisa mengajar

Hari ini, 9.30 pagi, 6 mei 2009

berita itu saya dengar,,

beliau dipanggil olehNya

pulang ke haribaanNya

Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun..

Selamat jalan Pak,,Kami semua kehilanganmu..

karena sebenarnya, kita disini.,

sedang menanti detik demi detik kematian yang peasti menjemput

Menunggu saat kita menarik nafas terakhir,

dan menghembuskannya lagi untuk terakhir

Saat udara dingin merayapdari ujung jemari kaki

hingga bagian kepala

Saat mata tertutup dan tak bisa terbuka lagi

Ketika badan terbujur dan tak bisa bergerak

Ketika kita masuk dalam keranda,

dan diangkat oleh anggota keluarga kita

dan teman-teman kita.

-untuk Prof. Benny Chatib-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s