Sebuah Siklus yang Niscaya..

Selama Hampir 2 tahun terakhir,, kami selalu berinisiatif

Untuk membawa handy cam plus kaset kosong kemanapun kami pergi.

Apalagi kalau nengokin Mak Haji.

Pengen aja, mendokumentasikan sosok yang sepuh itu..

Didasari oleh kesadaran , bahwa umur Mak Haji yang kita ga tahu,,esok atau lusa akan

berakhir,, (wallahu’alam..)

Setidaknya, kami masih bisa melampiaskan rindu ,melihat sosoknya, senyumnya,

mendengar suaranya, .dan petuah juga doa yang terurai dari bibirnya,

Nah, jadilah,,setiap kali kita datang, kamera selalu di pasang standby menghadap Mak Haji.

Dan lucunya,, Mak Haji selalu ingin melihat ke arah kamera yang langsung di sambungkan

ke televisi.

Beliau penasaran, kenapa dia bisa ada di Tv.

Jadi sepanjang kami mengobrol, Mak Haji selalu menghadap Tv. (mirip wawancara gitu lah..)

Beliau tak henti-hentinya menunjuk-nunjuk Tv. Sambil berkata,,

”euleuh..geuning Emak aya dina tipi. Dikumahakeun eta teh? Parinter barudak ayeuna mah.. bet ngadadak Emak bisa aya dina tipi. Araraneh..” ( eh,,ternyata emak ada di Tv. Gimana caranya? Anak-anak sekarang mah pinter..kok tiba-tiba aja Emak ada di Tv. Aneh..”)

Dan setiap kali dua ponakan aku lewat di belakang nya., mencoba eksis,, Emak selalu marah.

”euh..kahade..ulah bulak-balik tukangeun Emak,,bisi engke Emak teu katingali dina tipi..”(”euh,,jangan bolak-balik di belakang Emak, nanti Emak nggak keliatan di Tipi..”)

Hihi..kami (saya dan teteh) nyengir aja…

Gimana lagi ?? Yang dua, masih anak-anak,,dan yang satu lagi, kembali ke anak-anak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s