Zia’s Story

Namanya Adilla Fauzia Pasha. Biasa di panggil dede, zia atau dezia. Lahirnya 09 Maret 2003 jam 18.30 Anak kedua dari 2 bersaudara. Hobinya gangguin kaka,aunty. Setiap mau tidur, selalu minta diceritain dongeng sembari mimi dodot (susu dalam dot),sementara sebelah tangannya sibuk mencari sasaran buat di elus. Entah itu telinga, tangan atau kaki.

Cerita favoritnya adalah Zia waktu lahir. Kenapa? Ga tahu atuh,, narsis kali ya?? Tapi, memang cerita kelahirannya selalu bikin kita amazing. Lahir usia kandungan 8 bulan, pecah ketuban, lengkap dengan air ketuban yang keminum. Waktu lahir beratnya cuma 1985 gr. Pas lahir,,megap-megap. Nafasnya Cuma satu-satu. Ga terdengar suara tangis. Badannya membiru.

Lalu dokter merujuk ke RS terdekat (waktu itu,bundanya ngelahirin di klinik bersalin) untuk segera masuk ke incubator. Selama perjalanan ke rumah sakit, sang ayah dan sang oma sibuk mencari tempat untuk menguburkan sang bayi. Waktu itu,,menurut perkiraan manusia, dan fakta yang terlihat, sang jabang bayi nggak akan bertahan lama.

Sementara sang ayah pergi, sang bunda seluruh tubuhnya kesemutan,ga merasakan apa-apa,lalu pingsan karena vertigo. Tidak lama, sang bunda dirujuk ke RS yang sama. Akhirnya seluruh keluarga pasrah.. kita menyerahkan semua pada yang Maha Kuasa. Ga berani berharap.

Sang bunda akhirnya sadar setelah 2 hari. Sementara sang bayi harus tetap di incubator selama 7 hari, berita terakhir,sang bayi kecil terkena thalasemia minor. Dokter menyarankan untuk transfusi.Tapi, bundanya ngotot,maksa untuk membawa zia kecil pulang. Akhirnya,,pulang.

Sekarang, bayi yang tubuhnya membiru, nafasnya megap-megap, jari tangan dan kakinya mirip kaki ayam, yang kalau nangis harus dicubit dulu, badannya hanya sebesar botol syrup, udah tumbuh besar.

Sekarang tubuhnya tinggi, berisi , berkulit putih bersih, bermata besar, ga berhenti mimi dodot, dan ini yang parah niih.. hobinya nangis !! Beda banget ama dulunya kan?

Giliran diledekin kalau dulu dia tuh badannya sebesar botol, dan berwarna biru,,dengan mata melotot dan suara lantang dia menjawab,,”mana ada bayi badannya sebesar botol, warna nya biru. Yang ada,bayi tuh besarnya segede bayi,dan warnanya pink !!”

Ihhh…maksa kan?? Heran deh..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s