Yang tercecer dari TPA

Kalau ngomongin Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di bandung, mulai Leuwigajah, Jelekong, hingga yang sekarang Sarimukti, ada saja cerita yang tercecer.

Hampir 4 tahun lalu (desember 2004), untuk pertama kalinya saya tahu apa itu TPA, letak persisnya seperti apa, dan kondisi di sana seperti apa. Jujur aja, walaupun saya orang bandung, buang sampah di bandung, tapi saya nggak pernah tahu, apa itu TPA, dimana, dan seperti apa sih TPA itu?

Awalnya, desember 2004, saya ke TPA leuwigajah. Karena memang harus survey awal. Jarak 1-2 km mendekati lokasi, saya sudah diwanti-wanti untuk tidak sekalipun membuka kaca mobil. Kenapa ga boleh? iseng-iseng setelah melewati jalan kerkhoff dan menurut info sudah dekat lokasi TPA, saya buka tuh kaca mobil. Hehe,, ga lama kemudian tercium bau bangkai, dan busuk sampah!! Kontan aja teman-teman semobil protes berat. Haha..maafkan…

Sampai ke lokasi TPA, menuju ke kantornya. Turun dari mobil, buka pintu, siksaan pertama dimulai saat sepasukan lalat menyerbu, berbarengan dengan bau bangkai menusuk hidung, bikin perut mual, genangan air warna hitam pekat dipenuhi kotoran tepat didepan kita, komplit!! Ga lama teman saya muntah !! hehe..KO dia. Tapi, giliran saya yang KO begitu melihat orang menikmati semangkuk bubur ayam hangat, ditengah lalat yang menyerang dari berbagai arah, ditengah pekatnya bau bangkai yang menusuk udara pagi !! isi perut seolah diubek-ubek,,,lalu..hweeek !!!

Siksaan kedua adalah saat menuju lokasi tumpukan sampah. Sampai ke tempat bongkar sampah, mata seolah ga percaya dengan apa yang dilihat. Hanya sampah dan sampah saja yang terlihat. Tak ada hijaunya pohon! Di bawah, di depan, di samping dan belakang, semua penuh dengan sampah !! Sampahnya dah berupa gunung !! belum lagi lokasi bak penampungan lindi yang sudah over load lalu merembes dan tumpah ke badan air. Ahh…mengerikan membayangkan orang mandi dengan air itu!!

Tapi,,jangan salah..begitu turun ke satu desa (citeureup), yang letaknya ada dibelakang gununan sampah, terlihat pemandangan alam yang bertolak belakang. Sawah hijau menghampar, gembala kambing di rumput hijau, sungai membelah sawah,,serasa ga berasa di indonesia lah…!! Subhanallaah..

Sayang,dua bulan setelah survey awal dan sampling (Februari 2005), ledakan gas metana merobohkan kawat penahan gunungan sampah yang membatasi TPA dengan desa indah itu. Citeureup tertimbun longsoran sampah..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s