Cerita..(tentang n*k*h)..

Akhirnya… Hampir sebulan “menghilang “dari dunia persilatan… kembali lagi niy… ga kerasa aja..sebulan kemaren rariweuh,,ga sempet buka-buka imel,komo deui MP..!!

Critanya, adik sepupu nikah tanggal 26 januari kemaren. kita semua sempet kaget juga..ga ada kabar kabari taunya..nikah !! Prosesnya sedikit Ajaib !! hehe.. ga deng.. Ajaib menurut ukuran orang jaman sekarang yang rada-rada suka banyak berargumen dan tidak percaya pada aturan baku islam. Hehe.. gaya pisan nya??

ya..prosesnya mulai dari pertengahan nov 07, lalu desember 07 di khitbah,,dan januari menikah.. Alhamdulillah. SEbenernya kalau mau jujur, semua keluarga besar kami sempet ketar-ketir dengan keputusannya yang sedikit “mendadak”. Semua kekhawatiran para “sesepuh” rata-rata berasal dari kurang nya waktu untuk saling mengenal. ntar nyesel..ntar ketauan jeleknya ..ntar KDRT..wah..kalau mikir gitu mah ntar ntar aja kalee..hehe

Tapi, syukurlah..dengan dukungan kami “generasi muda” yang relatif lebih tahu aturannya,,akhirnya restu pun didapat. Begitu restu didapat..(walau dengan syarat..) mulailah episode yang paling riweuh..

riweuh karena ternyata semua pihak yang terkait dengan pernikahan ini menjadi begitu sibuk, mendadak menjadi sensitif (terutama orang tua mempelai), dan begitu banyak yang harus dikompromikan. Mulai dari rancangan acara akad nikah, upacara adat, siraman,pelaminan,undangan, makanan, suvenir dan pakaian pengantin.

Tapi sayang ,,ada hal yang terlewat..Syndrome Pra Nikah..!!! Kenapa yang ini kelewat ya?? Baru ngeh saat akhir desember sang mempelai perempuan menghubungi dan minta ditemani. Taernyata..Acara ngobrol-ngobrol berubah menjadi acara curhat dan ujung ujung nya terlontarlah kalimat ” ga yakin untuk menikah..” Gubraakk..!!

Waduuh…kok jadi rumit gini ya? Ternyata proses untuk meyakinkan itu butuh waktu. Wajar saja,.. karena toh nanti dia akan menjalani seumur hidup (insya allah)dengan orang yang sama sekali baru. Asing.

Maka..jangan tinggalin calon mempelai dalam kesendirian. Jangan malah sibuk mempersiapkan sarana Fisik pesta tapi,,yang tidak kalah penting adalah dampingi calon mempelai,,jadilah telinga yang selalu mendengar kerisauan, kegalauan, kegamangan untuk melangkah ke gerbang pernikahan. Intinya..a shoulder to cry on..

bagaimanapun..SEmuanya sudah terlewati.. Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jamaa bainakuma fi khair…Amiin (untuk Niar & Yudi )

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s